“Tolok ukur kemanusiaan kita adalah kemampuan kita untuk membiarkan diri kita dikasihi”
Dalam audiensi umum pada tanggal 3 September, Paus Leo XIV melanjutkan siklus katekesis tentang Yesus Kristus, Harapan kita, dengan berbicara tentang Penyaliban-Nya.
Sungguh Manusiawi, Sungguh Ilahi (XVI): Ketaatan, Membuka Hati Kita
Tetap terbuka kepada suara Allah membuka hati kita dan memampukan kita untuk menjadi, seperti Yesus, di dalam hubungan-Nya dengan Bapa-Nya dan Bapa kita.
Sungguh Manusiawi, Sungguh Ilahi (XIV): Untuk Memberi Cahaya, Perkataan Yang Benar
Yesus dan murid-murid pertamanya menunjukkan cinta yang besar terhadap kebenaran dengan mengetahui bahwa kebenaran selalu membawa kebahagiaan.
Alumni Anihan: Kegigihan, Rahmat dan Rasa Syukur
Marisol Manjares memberi kesaksian bagaimana iman, dukungan keluarga dan tekad telah membawanya dari latar belakang sederhana hingga menjadi seorang chef eksekutif di salah satu grup restoran terkemuka di Metro Manila.
Surat dari Bapa Prelat (26 Agustus 2025)
Berkaitan dengan peringatan wafat Santo Yohanes Pembaptis sebagai martir pada tanggal 29 Agustus, Prelat Opus Dei mengajak kita untuk merenungkan pentingnya kebenaran dan kerendahan hati.
Pembinaan Integral sebagai Batu Loncatan menjadi Wirausahawan
Flor berasal dari Guatemala dan sepanjang hidupnya ia mempunyai rasa kepedulian pada orang-orang yang tidak mampu. Di usia 82 tahun, ia masih bekerja di sebuah pusat pelatihan dan pengembangan wanita, Junkabal, yang telah menempuh perjalanan panjang hingga hari ini dan telah memberi kesempatan bagi banyak keluarga untuk memperbaiki kualitas hidup mereka.
Banilad: Lembah Pengharapan
Tersembunyi di jantung Kota Cebu (Filipina), di tengah komunitas urban berpenghasilan rendah, suatu yang luar biasa berlangsung di sebuah bangunan sederhana: the Banilad Center for Professional Development - BCPD (Pusat Pengembangan Profesional Banilad). Ini adalah kesaksian dari tiga orang lulusan tahun 2024-2025 yang berjuang melewati pelbagai tantangan hidup menuju masa depan profesional yang menjanjikan.
Aurora Nieto Funcia: “Saya bahagia, sangat bahagia”
Dalam episode "Fragmen Sejarah" ini, kita akan menelusuri kehidupan Aurora Nieto Funcia, seorang wanita tangguh, seorang guru dan ibu dari tiga anak, yang menjadi janda di usia 28 tahun. Pada tahun 1945, ia menemukan panggilannya di Opus Dei, jalan pengabdian dan perjumpaannya dengan Tuhan. Aurora dianggap sebagai anggota supernumerary pertama, dan kisah hidupnya menunjukkan apa arti mencari kekudusan dalam kehidupan sehari-hari.
“Tidak ada apa pun di dunia ini yang asing bagi kita”
Prelat Opus Dei, Mgr. Fernando Ocáriz, bertemu dengan keluarga pada tanggal 29 Juli di kampus Universitas Navarra.
Surat dari Prelat (21 Juli 2025)
Prelat Opus Dei bersyukur kepada Tuhan atas semangat keluarga dalam Opus Dei dan beliau juga mengajak kita berdoa untuk Yubileum Kaum Muda yang akan datang.









