Jalan Menuju Peringatan Seratus Tahun (3): Pemahaman St. Josemaria tentang Opus Dei: Sebuah Tinjauan
St. Josemaria telah mengajarkan bahwa bekerja adalah sebuah panggilan illahi dan sarana pengudusan pribadi dan kerasulan. Terinspirasi dengan misteri inkarnasi dan halaman-halaman Kitab Suci, dia menyebarkan sebuah pandangan Kristologis dari bekerja, dengan mengintegrasikan kedalam hidup spiritual tanpa memisahkan duniawi dari yang kudus.
Intensi Bulanan Wilayah dari bulan Oktober ke bulan Desember 2025
Intensi Bulanan Wilayah Filipina dan Indonesia
Pertempuran, Kedekatan, Misi (3): Semuanya adalah milik kita dan semuanya adalah milik Tuhan
Olahraga apa pun membutuhkan usaha, tetapi membawa kesenangan dan membuka kemungkinan baru. Begitu juga dengan kehidupan Kristiani: di tengah pertempuran dan perjuangan, kita dapat menikmati bersama Tuhan, bertumbuh dan menghadapi tantangan baru bersama-Nya.
Sungguh Manusiawi, Sungguh Ilahi (XIX): Memberikan Yang Terbaik Dari Diri Kita
“Keutamaan-keutamaan manusiawi memperkaya kepribadian kita dan menganugerahkan keluwesan yang kita perlukan untuk menemukan cara bertindak yang tepat dalam aneka ragam situasi keseharian.”
Romo Joseph Múzquiz: Insinyur dan Imam
Romo Joseph adalah salah satu dari tiga imam pertama Opus Dei dan memimpin karya kerasulan awal di Amerika Serikat. Proses kanonisasinya telah dibuka di Keuskupan Agung Boston.
Pertempuran, Kedekatan, Misi (2): Anda Membuat Jalan Dengan Berjalan
Bagi seorang Kristiani, Surga selalu sangat dekat: hidup sekaligus merupakan perjalanan dan tujuan.
Pesan dari Bapa Prelat (20 September 2025)
Bapa Prelat Opus Dei mengundang kita untuk merefleksikan pembinaan yang menyatukan kita dengan Kristus
“Inilah Tuhan”: Pendampingan Rohani (II)
Banyak orang yang telah menemukan Kristus dan Gereja berkat seorang teman menggambarkan bantuan yang mereka terima sebagai pendampingan rohani yang autentik.
Mark dari Singapura: “Itu memerlukan 30 tahun untuk mengatakan iya kepada Tuhan“
Mark pertama kali mengenal dengan Opus Dei pada tahun 1990-an tetapi ragu untuk mengatakan iya kepada Tuhan selama beberapa dekade karena dia merasa diri tidak siap. Sebuah retret yang akhirnya menolong dia menyadari bahwa Tuhan tidak memanggil yang sempurna tetapi menolong yang terpanggil untuk tumbuh dalam kekudusan. Hari ini, sebagai suami, ayah dan manajer portofolio, dia menemukan sukacita dalam doa, kekuatan dalam perkerjaannya, dan kehadirannya makin terasa bagi keluarga dan orang-orang disekitarnya.
Apakah itu Retret Rohani?
Retret merupakan hari istirahat panjang yang digunakan untuk menghabiskan waktu bersama dengan Tuhan dalam keheningan dan doa. Hal ini menjadi sesuatu peluang yang istimewa untuk menumbuhkan cinta pada Tuhan, mengetahui diri kita lebih baik dan juga mengenal Tuhan lebih dalam. Retret juga menjadi waktu untuk memperbarui iman kita, menyambut terang Roh Kudus dan menyelidiki bidang yang dimana kita dapat bergerak maju dalam kehidupan kristiani kita secara tenang dan penuh pertimbangan.









