Engkau tidak pernah mau “menghadapi inti permasalahan.” Kadang-kadang karena alasan sopan-san tun. Namun, sering kali, karena engkau takut menyakiti dirimu sendiri. Di lain waktu, karena engkau takut akan menyakiti sesamamu. Namun, selalu karena takut! Selama engkau takut menemukan kebenaran,engkau tidak dapat menjadi seorang yang arif dan bijaksana.
(Buku Jalan, n. 33)