Ada suatu kecenderungan besar dalam jiwa-jiwa duniawi untuk mengingat kerahiman Allah, dan dengan demikian mereka berani meneruskan kehidupan mereka yang sesat.
Memang benar bahwa Allah Tuhan kita maharahim, namun Dia juga mahaadil: Dan akan ada pengadilan, dan Ia adalah Hakimnya.
(Buku Jalan, n. 747)