Kejadian-kejadian di masyarakat umum menyebabkan engkau secara sukarela mengasingkan dirimu, yang mungkin karena keadaan, jauh lebih buruk daripada pengasingan dalam sebuah penjara. Engkau merasa kehilangan kepribadianmu.
Engkau merasa tertekan dari segala arah: egoisme, rasa ingin tahu, salah pengertian, desas-desus. Baiklah, lalu? Lupakah engkau akan kehendak bebas yang kau miliki dan kekuatanmu sebagai seorang “anak”? Tidak adanya daun-daun dan bunga-bunga (kegiatan lahiriah) bukan berarti tidak ada pertumbuhan dan kegiatan dari akar-akarnya (kehidupan batin).
Bekerjalah: Perubahan akan ada dan engkau akan menghasilkan lebih banyak buah daripada sebelumnya—dan buah-buah itu akan lebih lezat lagi rasanya.
(Buku Jalan, n. 697)