Surat dari Bapa Prelat (1 April 2020)

Dari Salib, Yesus menerangi makna penderitaan dan bahkan membuat kita sadar bahwa, dengan rahmat-Nya, kita tidak dapat kehilangan sukacita; lebih dari itu, kita dapat memulihkannya lagi: Gaudium in Cruce!

Anak-anakku terkasih: semoga Yesus menjaga putra-putriku!

Triduum Paskah sudah mendekati, beberapa hari di mana liturgi akan membawa kita untuk merenungkan misteri-misteri agung kasih Allah bagi kita. Di masa-masa penderitaan saat ini di seluruh dunia akibat pandemi, mari kita melihat Yesus Kristus yang Tersalib. Mari kita temukan di Salib Kudus itu, seperti yang direnungkan oleh Paus pada tanggal 27 Maret yang lalu, jangkar keselamatan yang mencegah kapal karam. Dari sana Yesus menerangi makna penderitaan dan bahkan membuat kita sadar bahwa, dengan rahmat-Nya, kita tidak dapat kehilangan sukacita; lebih dari itu, kita dapat memulihkannya lagi: Gaudium in Cruce!

Hari-hari ini kita mengalami bagaimana solidaritas manusia, terutama ketika diisi dengan semangat cinta kasih, diwujudkan dalam pelayanan yang murah hati kepada orang lain: di samping tempat tidur orang sakit, di kasir supermarket, dalam perawatan keluarga sendiri yang terisolasi seringkali hanya dalam beberapa meter persegi ... Mari kita berdoa untuk orang-orang yang meninggal, untuk orang sakit - beberapa dari mereka umat dari Karya - dan untuk keluarga mereka. Mari kita sampaikan kepada Tuhan doa kita yang penuh syukur bagi orang-orang yang tak terhitung jumlahnya yang terus menyediakan perawatan yang sangat diperlukan: mereka adalah kesaksian bahwa jiwa masyarakat adalah semangat pelayanan.

Semoga kecemasan atau ketakutan tidak merampas kedamaian kita karena, seperti yang ditulis Santo Paulus, Kristus adalah kedamaian kita (lih. Ef 2:14). Dalam situasi sulit yang kita alami, mari kita menaruh kepercayaan kita pada kasih Tuhan untuk setiap orang: Dia tahu lebih banyak dan tidak meninggalkan siapa pun. Santo Josemaría mengingatkan kita: "Engkau akan mengalami ketenangan, istirahat, dan optimisme di tengah kesulitan; sadarlah bahwa kalian adalah anak-anak dari seorang Bapa yang mengetahui segalanya dan dapat melakukan segalanya" (Surat 9-I-1959). Dengan keyakinan yang ditempatkan pertama-tama di dalam Tuhan —dan tidak hanya dalam kekuatan kita sendiri— masing-masing akan dapat menyumbangkan talentanya untuk membantu orang lain dengan sukacita, yang tidak bertentangan dengan penderitaan dan air mata.

Saya mengundang Anda untuk memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh teknologi untuk mengikuti perayaan Pekan Suci dengan Paus. Selama beberapa hari ke depan saya juga akan mengirimkan kepada Anda, melalui web, beberapa pertimbangan tentang misteri yang akan kita rayakan supaya kita bisa berdoa bersama dan menjadi lebih bersatu.

Dengan penuh kasih, saya memberkati kalian,

Bapa kalian



Roma, 1 April 2020