Bapa Prelat berada di Panama untuk Hari Orang Muda Sedunia

Monsinyur Ocáriz akan berpartisipasi dalam Hari Orang Muda Sedunia (World Youth Day –WYD) dan juga menghadiri pertemuan-pertemuan katekese. Sesudah itu, Bapa Prelat akan melanjutkan perjalanannya dengan kunjungan pastoral ke Kosta Rica, Nicaragua dan Puerto Rico.

Opus Dei - Bapa Prelat berada di Panama untuk Hari Orang Muda Sedunia

24 Januari 2019

Monsinyur Fernando Ocáriz mendarat pada hari Kamis siang di Tocumen Airport di Panama. Beberapa anggota Opus Dei dan relawan Hari Orang Muda Sedunia mengiringi beliau ke kapel di mana telah terpasang sebuah batu peringatan untuk mengenang orang-orang suci yang pernah melewati Bandar udara itu, antara lain Santo Josemaría. Bapa Prelat berdoa di hadapan patung Bunda Maria, Bunda dari ‘La Antigua’, Pelindung Panama.

Dari situ Monsinyur Ocáriz pergi ke Cerro Azul Conference Center yang terletak di daerah pegunungan dekat Tocumen. Setiba di sana, Bapa Prelat menyapa para anggota Opus Dei yang telah menunggu beliau di Tagua Training center, sebuah center untuk inisiatif-inisiatif pendidikan bagi wanita di daerah itu.

Di Cerro Azul, Bapa Prelat sempat mendengar cerita tentang persiapan-persiapan WYD, tentang kedatangan Bapa Paus dan suasana meriah yang ada di antara orang-orang muda di Panama pada hari2 itu.

21 Januari 2019

Pada hari Senin, sebuah batu peringatan khusus telah dipasang di Bandar Udara Tocumen untuk memperingati Santo-santo dan Beato-beato yang pernah berkunjung ke Negara itu dan telah melewati Bandar Udara itu. Uskup Agung Panama, José Domingo Ulloa berkenan hadir pada waktu pemasangan batu peringatan tersebut, yang disertai dengan sedikit upacara. “Sekarang akan selalu diingat dalam sejarah bahwa orang-orang ternama telah melewati Bandar Udara ini”, kata Uskup Agung Ulloa.

Monsinyur Ulloa membaca batu peringatan

Di Batu Peringatan itu ada tertulis:

“ Untuk memperingati Santo Yohanes Paulus II, Paus; Santo Óscar Arnulfo Romero, Uskup Agung; Santo Josemaría Escrivá de Balaguer, Pendiri; Santa Bunda Theresa dari Calcuta, Pendiri; Beata María Romero Meneses, biarawati; Beato Álvaro del Portillo, Uskup serta orang-orang ternama lainnya yang telah menjadikan hidup mereka sebagai karya pelayanan bagi seluruh umat manusia, yang telah melalui Bandar Udara Internasional Tocumen di Panama,”.

Di bagian bawah tertulis:

Batu peringatan ini diresmikan oleh Yang Mulia Monsinyur José Domingo Ulloa Mendieta, Uskup Agung Panama, untuk memperingati kunjungan Bapa Suci Paus Fransiskus, 23-27 Januari 2019, serta kedatangan pertama patung Bunda Maria, Ratu Rosario dari Fatima, dalam rangka Hari Orang Muda Sedunia.

Santo Josemaría melewati Panama dalam perjalanan katekese dari Venezuela ke Guatemala pada tahun 1975.

Kunjungan Santo Josemaría: Februari 1975

Pada bulan Februari 1975, beberapa bulan sebelum wafatnya, Santo Josemaria melakukan perjalanan dari Venezuela ke Guatemala, dan pesawatnya berhenti untuk transit di Panama. Pada waktu itu, Opus Dei belum memulai karya kerasulan di Panama (baru dimulai di tahun 1996). Beato Alvaro mendampingi Santo Josemaria dalam kunjungan itu.

Uskup Javier Echevarría, Prelat Opus Dei sebelumnya,mengunjungi Panama pada tahun 2000. Beliau mengenang kunjungan singkat Santo Josemaría ke Panama dalam sebuah pertemuan dengan anggota-anggota Opus Dei : “Saya menyatukan doa saya dengan doa-doa Santo Josemaría 25 tahun silam. Santo Josemaria adalah seorang imam dengan hati yang begitu besar, terlalu besar untuk badannya. (Walau) beliau berada di Bandar Udara tidak lebih dari satu jam, karena transit yang singkat saja, namun saya dapat memastikan bahwa doa beliau berfokus pada Negara yang indah ini, dan mengingat semua yang berada di sini waktu itu, di masa lalu dan di masa yang akan datang”