Baksos yang dilaksanakan oleh Griya Semeru di Sendang, Jawa Timur

Artikel ini tentang Baksos yang dilaksanakan oleh Griya Semeru di Sendang, Jawa Timur pada tahun 2013

Dari tanggal 3 Juli 2013 hingga 7 Juli 2013, Work Camp Opus Dei diadakan di Sendang, Jawa Timur. Ini merupakan Work Camp kedua yang diselenggarakan oleh Griya Semeru. Work Camp pertama diadakan di Blora pada tahun 2009 dan terselenggarakan berkat bantuan sukarelawan dari Australia. Selain mereka, para sukarelawan peserta Work Camp lainnya adalah mahasiswa dan profesional muda.

Hari-hari Work Camp yang kali ini diadakan di Sendang sangat padat. Setiap hari diisi dengan tiga jenis kegiatan: proyek konstruksi di pagi hari, permainan dengan anak-anak kecil di sore hari, dan kunjungan ke keluarga-keluarga di malam hari. Salah satu proyek konstruksi yang dilakukan adalah pembuatan terasering yang akan digunakan untuk lahan pertanian. Selain itu, para sukarelawan juga memperbaiki sistem perlistrikan Kapel Sendang dan membersihkan jalan setapak menuju ke Kapel tersebut.

Di sore hari, permainan untuk anak-anak diadakan di sebuah sekolah dasar. Sekitar 20 anak ikut dalam permainan setiap harinya. Mereka semua bermain dengan riang bersama para sukarelawan. Untuk para remaja yang terlibat dalam proyek pertanian, diadakan permainan sepak bola. Di malam hari, para sukarelawan mengunjungi keluarga-keluarga yang tinggal di desa Sedang, berbagi momen solidaritas dan kebersamaan yang menyenangkan dan berharga ini. Para sukarelawan menghadiri perayaan Misa bersama masyarakat Katolik Sendang, sebuah hal istimewa bagi komunitas tersebut mengingat jarang ada Misa di daerah itu.

Hari-hari dalam Work Camp tidak hanya disi dengan kerja melulu, melainkan juga digunakan untuk mendapatkan teman baru. Dengan hidup bersama selama beberapa hari, para sukarelawan memiliki kesempatan untuk melayani satu sama lain, misalnya mencuci piring, menyapu lantai dan sebagainya. Masyarakat Sendang menyambut dengan sangat ramah. Para sukarelawan dibantu terutama oleh Ibu Sumarsih, Bapak Ratijo dengan istrinya, Ibu Sumili, yang mengurusi detil-detil proyek dan akomodasi para sukarelawan.

Pada akhir Work Camp, para sukarelawan pulang meninggalkan Sendang dengan kenangan indah akan apa yang mereka telah lakukan untuk sesama mereka dan kerinduan untuk kembali lagi dan melaksanakan proyek yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat Sendang.