1.000 Bingkisan Natal untuk Orang-orang Miskin

Dalam surat yang ditulis untuk Santo Josemaria pada 9 Januari 1960, Guadalupe Ortiz mengungkapkan sukacitanya dalam membantu membagikan hadiah natal kepada orang-orang miskin di distrik terpencil di Madrid.

Opus Dei - 1.000 Bingkisan Natal untuk Orang-orang Miskin

Saat Guadalupe kembali ke Spanyol pada akhir tahun 50-an setelah bertahun-tahun di Mexico, perhatiannya akan orang-orang miskin berlanjut. Selama setidaknya tiga tahun berturut-turut, Guadalupe, bersama teman-teman dan kenalannya menyusun rencana untuk membantu orang-orang yang kesulitan untuk dapat menikmati Natal di distrik-distrik terpencil yang paling miskin. Fokusnya pada lingkungan Belmonte dan Valdebebas, dimana ada dua apotek yang memiliki staff yang merupakan anggota Opus Dei dan teman-temannya, dan yang menarik perhatian Guadalupe.

Dalam surat yang ditulis kepada Santo Josemaria pada tahun 1960, kita dapat melihat kebahagiaanya karena dapat membawakan hadiah natal kepada orang-orang miskin, dan selera humornya ketika menyinggung penyakit jantungnya yang cukup serius: “Saat Malam Natal kami menerima sumbangan keranjang berisi makan malam Natal yang hampir lengkap. Maka dari itu semua keluarga di kedua lingkungan tempat apotik kami berdiri (Belmonte dan Valdabebas) pada hari itu makan ham, chorizo [semacam sosis], nougat...—yang biasa dimakan orang-orang kaya. Kami membagikan bingkisannya dari rumah ke rumah. Semuanya membantu dengan sukacita yang besar.

Bapa, saya yakin, Anda akan senang melihat bagaimana semua orang ikut terjun dalam kegiatan ini. Para supir truk, para suami, para anak laki-laki dari lingkungan yang membawakan kami kotak-kotak yang berisi keranjang hadiah… Tidak ada yang terlewatkan karena kami memiliki 1,000 keranjang, lebih dari jumlah keluarga dalam kedua lingkungan ini. Kami juga membawakan beberapa keranjang untuk orang-orang miskin di distrik San Miguel walaupun sekelompok wanita sudah terlebih dahulu membagikan makanan di sana, seperti yang kami sudah lakukan tahun-tahun sebelumnya dan sekarang menjadi tradisi. Banyak dari yang miskin merupakan wanita-wanita usia lanjut yang usianya hampir 80 tahun (hampir semuanya memiliki penyakit jantung—yang kelihatannya merupakan semacam jaminan memasuki usia lanjut). Banyak dari mereka yang menangis melihat kasih sayang yang ditunjukkan para wanita melalui hadiah yang dibawakan kepada mereka; salah satu dari mereka yang sama sekali tidak memiliki apapun dan hanya hidup melalui amal berpikir bahwa ini terlalu banyak dan berkata bahwa makanannya sudah cukup, dan sisanya sebaiknya diberikan kepada orang lain.” (Surat kepada Santo Josemaria dari Ortegosa del Monte, Segovia, 9 Januari 1960).

Dua tahun kemudian, Guadalupe menulis surat kepada anggota Opus Dei yang tinggal di Roma, memberikan referensi kepada fakta bahwa pemberian hadiah saat Natal ini telah menjadi suatu tradisi: Pada hari Jumat tanggal 22 kami membagikan keranjang-keranjang berisi makan malam Natal di Belmonte dan Valdebebas, dan San Miguel dan Gestoria. Rumah demi rumah, hingga kami mencapai 1,000 rumah. Saya akan menuliskan surat untuk memberitahukan kepada kalian lebih lanjut tentang ini. Ini adalah tahun ketiga kami melakukan ini. Keranjang-keranjang Natal ini disumbangkan oleh supermarket-supermarket (Surat kepada Central Advisory, Madrid, 20 Desember 1961).

Bertahun-tahun kemudian, pada tahun 2014, Valdebebas menyambut kerumunan besar peziarah yang datang untuk beatifikasi seorang lagi penduduk asli Madrid, Alvaro del Portillo, penerus Santo Josemaria sebagai Prelat Opus Dei.