Di samping menjadi seorang Kristiani yang baik, tidaklah cukup menjadi seorang yang terpelajar. Jika engkau tidak memperbaiki perilakumu yang kasar, jika semangat dan pengetahuanmu bertentangan dengan budi bahasa yang baik, aku tidak mengerti bagaimana engkau akan menjadi orang kudus. Dan bahkan jika engkau menjadi seorang terpelajar—meskipun memang engkau seorang terpelajar—engkau seharusnya diikat pada sebuah tiang seperti seekor keledai.
(Buku Jalan, n. 350)