“Deo omnis Gloria”—“Segala kemuliaan kepada Allah.” Ini adalah suatu pengakuan yang tegas dari kenihilan kita. Dia, Yesus, adalah segalanya. Kita, tanpa Dia, tidak berarti apa-apa: Nihil.
Kesombongan kita hanyalah kemuliaan yang sia-sia, suatu pencurian dari sesuatu yang suci: “Sang aku” tidaklah boleh muncul di mana pun juga.
(Buku Jalan, n. 780)