Jalankanlah penitensi: kuburkan dalam- dalam segala kelalaian, pelanggaran, dan dosa-dosamu ke dalam lubang yang kau gali dengan kerendahan hatimu. Begitulah petani menguburkan buah-buah busuk, ranting-ranting kering, dan daun-daun yang gugur di bawah pangkal pohon yang telah menghasilkan semuanya itu. Dan apa yang tidak bermanfaat, bahkan yang membahayakan, akan menjadi suatu sumbangan nyata bagi kesuburan yang baru
Belajarlah menimba dari kejatuhanmu suatu semangat baru: dari kematian, kehidupan
(Buku Jalan, n. 211)