Engkau tidak mampu “bangkit”. Tidaklah mengherankan setelah kejatuhan itu!
Bertekunlah dan engkau akan “bangkit”. Ingatlah akan kata-kata seorang penulis rohani: Jiwamu yang malang itu ibarat seekor burung yang sayapnya penuh lumpur yang melekat.
Engkau memerlukan matahari Surga dan upaya pribadi—yang kecil-kecil tetapi konstan—untuk mencabut sampai ke akar-akarnya kecenderungan-kecenderungan itu, khayalan-khayalan kosong itu, depresi itu: Lumpur yang melekat di sayapmu itu.
Dan engkau akan bebas. Jika engkau tekun, engkau akan “bangkit”.
(Buku Jalan, n. 991)