“In te, Domine speravi”—“Pada-Mu, ya Tuhan, aku menaruh harapan.” Dengan berbekal segala macam cara manusiawi, aku berdoa dan memanggul salibku. Dan harapanku itu tidak akan pernah sia-sia. “Non confudar in aeternum” —“Jangan sekali-kali aku mendapat malu.”
(Buku Jalan no. 95)