"Drama mentega"

Jalan, n. 205

Kita—engkau dan saya—membaca riwayat hidup yang biasa, namun perkasa dari anak Tuhan itu. Dan kita menyaksikannya berjuang berbulan-bulan dan bertahun-tahun (betapa ia membuat 'perhitungan' dalam pemeriksaan batin khususnya!); suatu hari saat sarapan pagi ia menang, hari berikutnya kalah … ia mencatat: "Aku tidak makan mentega …. Aku makan mentega !

Semoga kita juga—engkau dan saya—menghayati "drama mentega" itu.

(Buku Jalan no. 205)

Terima pesan lewat email

If you wish to subscribe to receive our messages of Saint Josemaria please specify your email address.