Enyahkanlah perasaan skrupel (takut berdosa tanpa alasan) yang merusak kedamaian hatimu. Apa saja yang merampas kedamaian jiwamu tidaklah berasal dari Tuhan.
Bilamana Tuhan datang kepadamu, engkau akan menyadari kebenaran akan ucapan yang disampaikanNya: Damai-Ku Kuberikan kepadamu .... Damai-Ku Kutinggalkan bagimu .... Damai-Ku menyertaimu ....
Dan damai ini akan kaurasakan bahkan di tengah-tengah gejolak hidup
(Buku Jalan no. 258)