Betapa nyata jalan itu! Betapa jelas rintangan-rintangan yang ada! Berapa baik senjata-senjata yang dipakai untuk mengatasinya. Meskipun demikian, berapa kali engkau tersesat dan tersandung! Benar bukan?
Benang yang halus itu--sebuah rantai, rantai yang ditempa dari besi-- yang mana engkau dan aku tahu dan yang tidak ingin kauputuskan: itulah yang menarik engkau dari jalanmu dan yang membuatmu tersandung dan bahkan terjatuh.
Apa lagi yang engkau tunggu? Putuskanlah benang itu... Dan maju terus!
(Buku Jalan, n. 170)