Aku tidak meragukan niat baikmu. Aku tahu engkau bertindak di hadapan Allah. Akan tetapi—dan ada ‘tetapinya’!—tindak tandukmu disaksikan atau dapat disaksikan oleh orang-orang yang menilai secara manusiawi. Dan engkau harus memberikan teladan yang baik bagi mereka.
(Buku Jalan, n. 275)