Janganlah lupa bahwa engkau hanyalah sebuah tempat sampah. Oleh karena itu, jikalau Sang Pengurus Kebun Ilahi menangani kamu, menyikat dan membersihkanmu dan kemudian mengisimu dengan bunga-bunga yang indah, janganlah bau yang harum semerbak atau warna-warni yang menghiasi kejelekanmu, membuat dirimu menjadi sombong.
Rendahkan hatimu. Tidakkah engkau tahu bahwa engkau adalah tempat sampah?
(Buku Jalan, n. 592)